Kalkulator KPR Fixed lalu Floating
Alat di atas menunjukkan lonjakan cicilan KPR saat bunga promo (fixed) berakhir dan berganti ke bunga floating yang mengikuti pasar. Isi harga rumah, DP, tenor, serta bunga fixed dan floating-nya, lalu klik Hitung Cicilan Fixed & Floating.
Ringkasan:
- Bank sering menawarkan bunga fixed rendah di tahun-tahun awal, lalu naik ke floating mengikuti pasar.
- Saat masuk masa floating, cicilan bisa melonjak tajam, kadang naik jutaan rupiah per bulan.
- Alat ini memakai metode anuitas dan menghitung sisa pokok saat pindah dari fixed ke floating.
Pernahkah kamu tergiur bunga KPR "cuma 6 persen" tapi lupa membaca kalimat kecil di bawahnya? Nah, bunga rendah itu biasanya cuma berlaku beberapa tahun awal. Setelahnya, cicilanmu bisa naik banyak. Biar tidak kaget, alat ini menunjukkan kedua angka sekaligus.
Daftar isi
Cara Pakai Kalkulator
- Isi Harga Rumah, DP dalam persen, dan Tenor total dalam tahun.
- Di kotak Masa Fixed, isi berapa tahun bunga promo berlaku dan besar bunganya.
- Di kotak Masa Floating, isi perkiraan bunga floating setelah promo berakhir.
- Klik tombolnya. Kamu akan melihat cicilan saat fixed, cicilan saat floating, dan berapa lonjakannya.
Fixed vs Floating
Bunga fixed dikunci di angka tertentu untuk periode awal, misalnya 6 persen selama 3 tahun. Setelah periode itu, KPR masuk ke bunga floating, yaitu bunga yang mengambang mengikuti suku bunga acuan bank. Floating inilah yang membuat cicilan bisa berubah, biasanya naik.
Kenapa Cicilan Melonjak
Saat pindah ke floating, sisa pokok utangmu dihitung ulang dengan bunga baru yang lebih tinggi untuk sisa tenor. Karena bunganya naik, cicilan per bulan ikut naik. Makin besar selisih antara bunga fixed dan floating, makin tajam lonjakannya.
Contoh Perhitungan
Rumah Rp500 juta, DP 20 persen (pokok 400 juta), tenor 15 tahun. Bunga fixed 6 persen selama 3 tahun, lalu floating 12 persen. Cicilan masa fixed sekitar Rp3,38 juta, tapi begitu masuk floating cicilannya naik jadi sekitar Rp4,6 juta per bulan. Lonjakannya lebih dari sejuta rupiah, cukup untuk mengganggu anggaran kalau tidak disiapkan.
Tips Menyiasati Floating
- Hitung kemampuanmu memakai angka cicilan floating, bukan cicilan promo, biar tidak jebol nanti.
- Manfaatkan masa fixed untuk menyisihkan dana lebih atau melunasi sebagian pokok.
- Pantau peluang take over KPR ke bank lain yang menawarkan bunga fixed baru saat floating terasa berat.
- Untuk rumah subsidi, floating tidak berlaku karena bunganya tetap 5 persen sampai lunas.
Link Terkait
Bandingkan per bank di kalkulator KPR BCA, kalkulator KPR BTN, atau kalkulator KPR umum. Mau bunga tetap tanpa floating? Lihat kalkulator KPR Subsidi. Hitung uang mukanya di kalkulator DP rumah.
Sering Ditanyakan
Apakah bunga floating pasti naik?
Tidak selalu, tapi kecenderungannya begitu. Floating mengikuti suku bunga acuan yang bisa naik atau turun. Karena bunga promo fixed sengaja dibuat rendah, floating hampir selalu lebih tinggi, sehingga cicilan biasanya naik setelah masa promo.
Berapa lama masa fixed biasanya?
Umumnya 1 sampai 5 tahun, tergantung program bank. Ada juga skema fixed lebih panjang, tapi biasanya bunganya sedikit lebih tinggi. Makin lama masa fixed, makin lama kamu terlindung dari lonjakan.
Bisakah pindah KPR saat floating?
Bisa, lewat mekanisme take over atau refinancing ke bank lain yang menawarkan bunga fixed baru. Perhitungkan biaya penalti, provisi, dan appraisal agar tidak rugi. Kadang lebih hemat, kadang tidak, jadi hitung dulu.
Nah, itu dia gambaran cicilan KPR dari masa fixed ke floating. Dengan tahu lonjakannya sejak awal, kamu bisa memilih rumah dan tenor yang benar-benar sanggup kamu bayar. Selamat berhitung, semoga bermanfaat 🙂