Kalkulator Arus Listrik (Ampere) 1 & 3 Fasa
Kalkulator Arus Listrik (Ampere)
Hitung kuat arus dari daya & tegangan
Pilih jenis listrik 1 Fasa atau 3 Fasa, isi daya dalam watt dan tegangan dalam volt (faktor daya bisa disesuaikan), lalu klik Hitung Ampere. Alat ini menghitung kuat arus listrik yang mengalir.
Ringkasan:
- 1 fasa memakai rumus I = P / (V × cosφ).
- 3 fasa memakai rumus I = P / (√3 × V × cosφ).
- Berguna untuk memilih ukuran MCB, kabel, dan memastikan instalasi tidak kelebihan beban.
Tahu besar arus (ampere) itu penting sebelum memilih MCB atau ukuran kabel. Kalau arus melebihi kapasitas, MCB akan sering turun (njeglek) atau kabel bisa panas. Menghitungnya manual perlu ingat rumus yang beda antara 1 fasa dan 3 fasa, plus faktor daya. Nah, alat ini merapikan semuanya biar kamu tinggal baca hasilnya.
Daftar isi
Cara Pakai
- Pilih 1 Fasa (rumah tangga umum, 220 V) atau 3 Fasa (industri, 380 V). Tegangan akan menyesuaikan otomatis, tapi bisa kamu ubah.
- Isi daya total dalam watt.
- Sesuaikan faktor daya bila perlu (lihat penjelasan di bawah).
- Klik Hitung Ampere untuk melihat kuat arusnya.
Rumus Arus Listrik
Untuk listrik 1 fasa: I = P / (V × cosφ). Contoh pemanas 2.200 watt di 220 volt dengan faktor daya 1 (beban resistif): I = 2.200 / (220 × 1) = 10 A.
Untuk listrik 3 fasa: I = P / (√3 × V × cosφ). Contoh motor 5.000 watt di 380 volt dengan cosφ 0,8: I = 5.000 / (1,732 × 380 × 0,8) ≈ 9,5 A.
Soal Faktor Daya (cos φ)
Faktor daya menunjukkan seberapa efektif daya listrik dipakai. Untuk beban resistif murni seperti lampu pijar, pemanas, dan setrika, nilainya mendekati 1. Untuk beban dengan motor atau kumparan (kulkas, AC, pompa, mesin), nilainya biasanya 0,8 sampai 0,9. Kalau kamu ragu, memakai 1 memberi angka arus paling aman (paling besar).
Link Terkait
Butuh hitungan listrik lain? Coba kalkulator daya listrik rumah untuk total watt peralatan, atau cara hitung harga kWh listrik untuk biaya bulanan.
Sering Ditanyakan
Kenapa 3 fasa pakai akar 3?
Pada sistem 3 fasa, daya total disalurkan lewat tiga penghantar dengan beda fasa 120 derajat. Hubungan antara tegangan antarfasa dan daya total memunculkan faktor √3 (sekitar 1,732) dalam rumus, sehingga arus per fasanya lebih kecil dibanding kalau dihitung seperti 1 fasa.
Faktor daya isi berapa?
Untuk beban murni resistif isi 1. Untuk peralatan bermotor seperti AC, kulkas, atau pompa, isi 0,8. Jika kamu menghitung untuk memilih MCB atau kabel, memakai nilai yang lebih rendah (arus lebih besar) lebih aman karena memberi cadangan.
Nah, sekarang menghitung kuat arus listrik jadi gampang, entah untuk 1 fasa maupun 3 fasa. Pakai angka ini buat memilih MCB dan kabel yang tepat. Semoga bermanfaat 🙂