Kalkulator Arisan Menurun (Jadwal Iuran)
| Putaran | Iuran per orang | Dana diterima pemenang |
|---|
Alat di atas membantu kamu menyusun jadwal arisan menurun, yaitu arisan yang nominal iurannya mengecil tiap putaran. Cukup masukkan jumlah peserta, iuran awal per orang, dan besar penurunan tiap putaran, lalu klik Hitung Arisan untuk melihat iuran tiap putaran, dana yang diterima pemenang, dan total setoran tiap peserta.
Ringkasan:
- Di arisan menurun, iuran per orang mengecil tetap tiap putaran: iuran putaran ke-k = iuran awal - (k-1) × penurunan.
- Pemenang di putaran awal menerima dana lebih besar karena iurannya masih tinggi, lalu mengecil di putaran berikutnya.
- Total setoran tiap peserta = jumlah semua iuran dari putaran pertama sampai terakhir.
Pernahkah kamu ikut arisan yang iurannya tidak flat, tapi sengaja dibuat makin ringan tiap bulan? Nah, itu yang biasa disebut arisan menurun. Modelnya lumayan bikin bingung kalau dihitung manual, apalagi kalau pesertanya banyak. Di sini aku bantu kamu susun jadwalnya sekali klik supaya semua peserta tahu berapa yang harus disetor dan berapa yang akan diterima tiap putaran.
Daftar isi
Cara Pakai Alat di Atas
- Isi jumlah peserta arisan. Jumlah putaran otomatis sama dengan jumlah peserta, karena tiap putaran ada satu pemenang.
- Isi iuran awal per orang, yaitu nominal iuran tiap peserta pada putaran pertama.
- Isi penurunan iuran, yaitu berapa Rupiah iuran mengecil setiap putaran berikutnya. Kalau ingin iuran flat, isi 0.
- Klik Hitung Arisan. Alat menampilkan tabel jadwal tiap putaran, dana yang diterima pemenang, serta total setoran tiap peserta.
Cara Menghitung Arisan Menurun
Inti arisan menurun adalah iuran yang berkurang secara tetap tiap putaran. Dari situ kita bisa menghitung berapa dana yang terkumpul (pot yang diterima pemenang) di tiap putaran, lalu menjumlahkan semua iuran untuk mendapat total setoran per peserta.
Iuran putaran ke-k = iuran awal - (k - 1) × penurunan (jika negatif, pakai 0)
Dana pemenang putaran ke-k = iuran putaran ke-k × jumlah peserta
Total setoran per peserta = jumlah iuran dari putaran 1 sampai putaran ke-N
Total seluruh dana = jumlah semua dana pemenang tiap putaran
Iuran Tiap Putaran
Misal iuran awal Rp100.000 dan penurunan Rp5.000, maka putaran ke-1 iurannya Rp100.000, putaran ke-2 jadi Rp95.000, putaran ke-3 Rp90.000, dan seterusnya. Kalau penurunan terlalu besar sampai iuran jadi negatif, alat ini otomatis membatasinya di 0 supaya tidak ada peserta yang seolah "dibayar" untuk ikut.
Bedanya dengan Arisan Biasa
Pada arisan biasa, iuran tiap orang tetap sama dari awal sampai akhir, sehingga tiap pemenang menerima jumlah dana yang sama. Pada arisan menurun, iurannya sengaja dibuat mengecil tiap putaran, jadi pemenang di putaran awal menerima dana lebih besar dibanding pemenang di putaran akhir. Model ini sering dipakai supaya beban iuran terasa makin ringan seiring waktu, atau untuk memberi keuntungan lebih ke peserta yang menang lebih awal. Urutan siapa yang menang tiap putaran biasanya ditentukan dengan diundi, misalnya lewat roda undian acak.
Contoh Perhitungan
Misal ada 10 peserta, iuran awal Rp100.000, dan penurunan Rp5.000 per putaran. Iuran tiap putaran jadi Rp100.000, Rp95.000, Rp90.000, sampai putaran ke-10 sebesar Rp100.000 - 9 × Rp5.000 = Rp55.000. Total setoran tiap peserta = (Rp100.000 + Rp55.000) ÷ 2 × 10 = Rp775.000. Pemenang putaran ke-1 menerima Rp100.000 × 10 = Rp1.000.000, sedangkan pemenang putaran ke-10 menerima Rp55.000 × 10 = Rp550.000. Total seluruh dana yang berputar = Rp775.000 × 10 = Rp7.750.000.
Contoh lain, 5 peserta dengan iuran awal Rp50.000 dan penurunan Rp10.000: iurannya jadi Rp50.000, Rp40.000, Rp30.000, Rp20.000, Rp10.000. Total setoran tiap peserta = Rp150.000, dan pemenang putaran pertama menerima Rp50.000 × 5 = Rp250.000 sedangkan pemenang terakhir menerima Rp10.000 × 5 = Rp50.000.
Internal Link Terkait
Butuh model arisan yang iurannya tetap? Coba kalkulator arisan biasa. Untuk mengundi urutan pemenang tiap putaran, kamu bisa memakai roda undian acak atau alat pemilih nama acak supaya prosesnya adil dan transparan.
Sering Ditanyakan
Arisan menurun adalah arisan yang nominal iuran per orang sengaja dibuat mengecil secara tetap tiap putaran. Karena itu, pemenang di putaran awal menerima dana lebih besar dibanding pemenang di putaran akhir.
Berapa jumlah putarannya?
Umumnya jumlah putaran sama dengan jumlah peserta, karena tiap putaran ada satu pemenang sampai semua orang kebagian. Alat ini memakai asumsi itu, jadi 10 peserta berarti 10 putaran.
Bagaimana menentukan urutan pemenang?
Urutan pemenang biasanya diundi agar adil. Kamu bisa memakai roda undian acak atau alat pemilih nama acak untuk menentukan siapa yang menang di tiap putaran, lalu mencocokkannya dengan jadwal iuran dari kalkulator ini.
Nah, itu dia cara cepat menyusun jadwal arisan menurun tanpa perlu hitung manual satu per satu. Sekarang semua peserta bisa tahu berapa yang disetor dan diterima tiap putaran. Selamat mencoba, semoga bermanfaat 🙂