Kalkulator BPJS dan PPh 21 (Potongan Gaji)
Alat di atas menghitung potongan gaji BPJS dan PPh 21 yang dipangkas dari gaji kotormu tiap bulan. Masukkan gaji kotor dan status PTKP, lalu klik Hitung Potongan Gaji.
Ringkasan:
- Dua potongan wajib terbesar dari gaji karyawan: iuran BPJS (Kesehatan + Ketenagakerjaan) dan pajak PPh 21.
- Porsi BPJS yang dipotong dari karyawan: Kesehatan 1% + JHT 2% + JP 1% dari gaji.
- PPh 21 dihitung dengan tarif efektif (TER) sesuai status PTKP-mu.
Pernah bingung kenapa gaji yang masuk rekening lebih kecil dari yang tertera di kontrak? Nah, biang keroknya adalah dua potongan wajib: iuran BPJS dan pajak PPh 21. Di sini aku bantu kamu memecah keduanya supaya jelas berapa yang dipotong untuk apa, lengkap sampai gaji bersih yang benar-benar kamu terima.
Daftar isi
Cara Pakai Kalkulator
- Masukkan gaji kotor sebulan (gaji pokok + tunjangan tetap).
- Pilih status PTKP sesuai kondisi keluargamu.
- Klik Hitung Potongan Gaji untuk melihat rincian BPJS, PPh 21, total potongan, dan gaji bersih.
Potongan BPJS Karyawan
Dari sisi karyawan, iuran BPJS yang dipotong dari gaji adalah:
- BPJS Kesehatan: 1% dari gaji (perusahaan menambah 4%), dengan batas atas upah Rp12.000.000.
- JHT (Jaminan Hari Tua): 2% dari gaji (perusahaan menambah 3,7%).
- JP (Jaminan Pensiun): 1% dari gaji (perusahaan menambah 2%), dengan batas atas upah sekitar Rp10,5 juta yang berubah tiap tahun.
Iuran JKK dan JKM sepenuhnya ditanggung perusahaan, jadi tidak memotong gaji karyawan. Kalkulator ini hanya menghitung porsi yang benar-benar dipotong dari kamu.
Potongan PPh 21 (TER)
Sejak 2024, pemotongan PPh 21 bulanan memakai Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK 168/2023. Tarif TER adalah satu persentase yang langsung dikalikan ke gaji bruto sebulan, dipilih berdasarkan kategori PTKP (A, B, atau C) dan besar gajimu. Cara ini menggantikan hitungan bulanan lama yang lebih berbelit. Di bulan Desember, pemberi kerja menyetel ulang totalnya agar pas dengan pajak setahun.
Contoh Perhitungan
Misalnya gaji kotor Rp10.000.000, status TK/0. BPJS Kesehatan 1% = Rp100.000, JHT 2% = Rp200.000, JP 1% = Rp100.000. PPh 21 TER (kategori A) untuk gaji ini sekitar 2% = Rp200.000. Total potongan = Rp600.000, sehingga gaji bersihnya sekitar Rp9.400.000.
Internal Link Terkait
Mau langsung lihat take home pay? Coba kalkulator gaji bersih. Butuh rincian pajak saja? Lihat kalkulator PPh 21 bulanan. Untuk iuran BPJS lebih detail, ada kalkulator BPJS Kesehatan dan kalkulator BPJS Ketenagakerjaan.
Sering Ditanyakan
Kenapa potongan BPJS saya berbeda dari kalkulator?
Karena ada batas atas upah (ceiling) untuk BPJS Kesehatan dan Jaminan Pensiun. Kalau gajimu di atas batas itu, iuran dihitung dari batasnya, bukan gaji penuh. Batas JP juga berubah tiap tahun, sehingga bisa sedikit berbeda dengan slip gajimu.
Apakah PPh 21 dipotong tiap bulan?
Ya. Dengan metode TER, PPh 21 dipotong tiap bulan dari gaji bruto. Pada masa pajak Desember, jumlahnya disesuaikan agar total setahun tepat, sehingga potongan Desember bisa berbeda dari bulan lain.
Apakah iuran BPJS bisa dikembalikan?
Iuran JHT bisa dicairkan saat kamu berhenti bekerja atau memenuhi syarat tertentu, karena sifatnya tabungan. Iuran BPJS Kesehatan dan JP bersifat manfaat/asuransi, bukan tabungan yang dikembalikan.
Nah, itu dia cara memecah potongan gaji BPJS dan PPh 21. Dengan tahu ke mana perginya potongan, kamu bisa merencanakan keuangan bulanan dengan lebih pasti. Selamat mencoba, semoga bermanfaat 🙂