Tools

Kalkulator Varians dan Standar Deviasi

Kalkulator Varians & Standar Deviasi

Masukkan kumpulan angka, dipisah koma, spasi, atau baris baru

Pisahkan tiap angka dengan koma, spasi, titik koma, atau enter. Pakai titik atau koma untuk desimal.
Masukkan minimal dua angka yang valid ya.
Jumlah data (n)
Rata-rata (mean)
Total (jumlah)
Populasi (bagi n)
Varians σ²
Standar deviasi σ
Rentang (maks−min)
Sampel (bagi n−1)
Varians s²
Standar deviasi s
Data min − maks

Tempel atau ketik kumpulan angkamu di kotak di atas, klik Hitung, dan alat ini menampilkan varians serta standar deviasi sekaligus untuk versi populasi dan sampel. Rata-rata, jumlah data, dan rentangnya juga ikut dihitung supaya kamu punya gambaran lengkap.

Ringkasan:

  • Varians mengukur seberapa jauh data menyebar dari rata-ratanya.
  • Standar deviasi adalah akar dari varians, satuannya sama dengan data.
  • Versi populasi membagi dengan n, versi sampel membagi dengan n dikurangi 1.

Varians dan standar deviasi sering muncul di statistika, penelitian, sampai laporan nilai. Nah, menghitungnya manual berarti mencari rata-rata dulu, mengurangkan tiap data, mengkuadratkan, lalu menjumlahkan, panjang dan gampang keliru. Biar alat ini yang mengurus semuanya dalam sekali klik.

Cara Pakai

  • Masukkan angka-angkamu, dipisah koma, spasi, atau enter.
  • Klik Hitung untuk memproses seluruh data.
  • Baca hasil untuk versi populasi dan sampel, pilih yang sesuai kasusmu.

Rumus Varians & Standar Deviasi

Pertama, hitung rata-rata semua data. Lalu kurangkan tiap data dengan rata-rata, kuadratkan hasilnya, dan jumlahkan semuanya. Untuk varians populasi, jumlah kuadrat itu dibagi banyaknya data (n). Untuk varians sampel, dibagi n dikurangi 1. Standar deviasi tinggal mengambil akar kuadrat dari varians.

Contoh Perhitungan

Ambil data 2, 4, 4, 4, 5, 5, 7, 9. Rata-ratanya 5. Jumlah kuadrat selisihnya adalah 32. Varians populasi = 32 : 8 = 4, sehingga standar deviasi populasi = akar 4 = 2. Varians sampel = 32 : 7 ≈ 4,57, sehingga standar deviasi sampel ≈ 2,14.

Populasi vs Sampel

Pakai versi populasi kalau datamu mencakup seluruh anggota yang diteliti, misalnya nilai semua siswa satu kelas. Pakai versi sampel kalau datamu hanya sebagian yang mewakili kelompok lebih besar. Pembagian dengan n dikurangi 1 pada sampel membuat perkiraan varians populasi jadi lebih akurat.

Alat Terkait

Butuh ukuran pemusatan data? Coba kalkulator rata-rata (mean, median, modus) dan kalkulator nilai rata-rata. Untuk perbandingan angka, ada kalkulator persentase.

Sering Ditanyakan

Apa bedanya varians dan standar deviasi?

Varians adalah rata-rata kuadrat selisih data terhadap rata-rata, sedangkan standar deviasi adalah akar kuadrat dari varians. Standar deviasi lebih sering dipakai karena satuannya sama dengan data aslinya, jadi lebih mudah dimaknai.

Kapan pakai n dan kapan pakai n dikurangi 1?

Bagi dengan n kalau data adalah seluruh populasi. Bagi dengan n dikurangi 1 kalau data hanya sampel dari populasi yang lebih besar. Alat ini menampilkan keduanya agar kamu bisa memilih sesuai konteks.

Apakah bisa untuk angka desimal?

Bisa. Kamu boleh memakai titik atau koma sebagai pemisah desimal, misalnya 3,5 atau 3.5. Alat ini mengenali keduanya dan tetap menghitung dengan benar.


Nah, sekarang menghitung sebaran data tidak perlu berlembar-lembar coretan. Cukup tempel angkanya dan semua ukuran muncul. Cocok buat tugas statistika. Semoga bermanfaat 🙂