Kalkulator Pertumbuhan YoY (Year over Year)
Kalkulator Pertumbuhan YoY
Persentase kenaikan / penurunan year over year
Isi nilai awal dan nilai akhir, lalu klik Hitung Pertumbuhan. Alat ini menghitung persentase pertumbuhan year over year (YoY), dan kalau rentangnya beberapa tahun, kamu bisa mengisi jumlah tahun untuk mendapatkan CAGR.
Ringkasan:
- Rumus YoY: (nilai akhir − nilai awal) ÷ nilai awal × 100%.
- Panah hijau berarti naik, merah berarti turun.
- Bonus CAGR (pertumbuhan tahunan majemuk) untuk rentang lebih dari satu tahun.
YoY (year over year) dipakai untuk membandingkan sebuah angka dengan periode yang sama tahun sebelumnya, misalnya omzet, jumlah pengikut, jumlah pengunjung, atau laba. Ini cara paling adil melihat pertumbuhan karena membandingkan periode yang setara. Nah, biar tidak keliru menaruh angka awal dan akhir, kita hitung otomatis di sini.
Daftar isi
Cara Pakai
- Isi nilai awal (periode lama, misalnya tahun lalu).
- Isi nilai akhir (periode baru, misalnya tahun ini).
- Kalau membandingkan lebih dari satu tahun, isi jumlah tahun untuk mendapatkan CAGR.
- Klik Hitung Pertumbuhan. Persentase, selisih, dan kelipatannya langsung tampil.
Rumus Pertumbuhan YoY
Pertumbuhan (%) = (nilai akhir − nilai awal) ÷ nilai awal × 100
Contoh: omzet naik dari 100 juta ke 120 juta. Pertumbuhannya (120 − 100) / 100 × 100 = +20%. Kalau sebaliknya turun dari 120 ke 90, hasilnya (90 − 120) / 120 × 100 = −25%.
Kapan Pakai CAGR
Kalau kamu punya data awal dan akhir yang terpisah beberapa tahun, persentase biasa hanya menunjukkan total pertumbuhan, bukan per tahun. CAGR (Compound Annual Growth Rate) menghitung pertumbuhan tahunan rata-rata yang majemuk. Rumusnya: (nilai akhir ÷ nilai awal) pangkat (1 ÷ jumlah tahun), dikurangi 1. Contoh dari 100 ke 200 dalam 2 tahun menghasilkan CAGR sekitar +41,42% per tahun.
Link Terkait
Butuh hitungan lain? Coba kalkulator persentase untuk hitung persen umum, atau kalkulator inflasi untuk melihat perubahan nilai uang antar tahun.
Sering Ditanyakan
Beda YoY dan MoM?
YoY (year over year) membandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, sedangkan MoM (month over month) membandingkan dengan bulan sebelumnya. YoY lebih tahan terhadap pengaruh musiman karena membandingkan periode yang setara, misalnya Ramadhan tahun ini dengan Ramadhan tahun lalu.
Bagaimana kalau nilai awal negatif?
Persentase pertumbuhan jadi kurang bermakna kalau nilai awalnya negatif (misalnya dari rugi ke laba), karena pembaginya negatif. Untuk kasus seperti itu, lebih baik melihat selisih nilai absolutnya. Alat ini tetap menampilkan selisih dan kelipatan sebagai pembanding.
Nah, itu dia cara cepat menghitung pertumbuhan YoY sekaligus CAGR. Semoga membantu kamu memantau perkembangan bisnis atau akunmu. Semoga bermanfaat 🙂