INTERNET

5 Cara Saya Tingkatkan CPC Adsense Blog Bahasa Indonesia

Kalau diperhatikan, rata-rata CPC Adsense blog Bahasa Indonesia berkisar antara Rp 200 hingga Rp 400.

Ada yang lebih tinggi atau lebih rendah, tapi umumnya berkisar di antara itu.

Sebagai seorang blogger yang mengandalkan Adsense, mungkin kamu bertanya-tanya.

“Gimana sih cara naikin CPC blog Indo?”

Ada banyak cara untuk meningkatkan CPC yang bisa kamu cari melalui Google. Namun saya punya cara tersendiri yang berhasil mendongkrak CPC dari kisaran Rp 400 menjadi Rp 1.500.

CPC PetunjukID 5 Cara Saya Tingkatkan CPC Adsense Blog Bahasa Indonesia 1 CPC PetunjukID

Penasaran?

Tips berikut ini cocok untuk blogger pemula sampai menengah. Bisa diaplikasikan di semua niche blog berbahasa Indonesia dan langsung dipraktekkan!

#1 Jangan pasang terlalu banyak iklan

Kebanyakan blogger punya pemikiran begini:

“Kalau saya pasang 2 iklan dapat penghasilan Rp 20.000, berarti pasang 4 iklan dapat Rp 40.000”

Kelihatannya masuk akal, padahal nyatanya tidak sama sekali.

Iklan Google Adsense didasarkan pada sistem lelang. Advertiser dengan CPC tertinggi akan mendapatkan slot iklan. Sistem ini sangat bergantung pada konsep permintaan dan penawaran.

Jika ada banyak slot iklan, maka harga CPC dikurangi.

Sebaliknya, jika slot iklan yang tersedia sedikit, maka harga CPC pun akan disesuaikan menjadi lebih tinggi.

Lalu berapa jumlah iklan yang ideal per halaman?

Kalau berdasarkan standar Google Adsense, maksimal 50% dari konten.

Lalu, kalau menurut Better Ads Standard, tidak lebih dari 30% dari panjang konten.

Tapi saran saya usahakan jumlah iklan hanya 10% saja.

Bagaimana cara menghitung persentase iklan?

Sayang sekali tidak ada tool untuk masalah ini.

Kebanyakan publisher harus mengira-ngira sendiri. Atau kalau mau gampang, bisa gunakan fitur Auto Ads di Google Adsense. Auto Ads hanya menampilkan iklan maksimal 30% dari panjang konten.

Untuk web Petunjuk.ID, saya menggunakan konfigurasi berikut:

  • Auto Ads nonaktif
  • Pasang iklan setiap 10 paragraf
  • Satu unit iklan di awal konten
  • Satu unit iklan di akhir konten

Dengan konfigurasi ini rata-rata iklan yang tampil di halaman hanya antara 2-5 unit saja.

Angka di atas hanya sebagai gambaran saja. Namun poinnya adalah memastikan jumlah iklan tidak terlalu banyak.

#2 Jangan buat konten clickbait

Sederhananya, advertiser menginginkan audiens yang tertarget.

Kalau pengunjung klik blog kamu, namun langsung keluar dalam waktu singkat, pasti akan memberikan sinyal buruk bagi advertiser.

Dalam dunia SEO, ini disebut bounce rate atau pogo sticking.

Biasanya disebabkan oleh judul konten tidak sesuai dengan isinya. Atau judul sangat bombastis tapi isinya mediocre alias biasa saja.

Blog seperti ini sangat dihindari oleh advertiser ber-CPC tinggi.

Sekalipun ada yang beriklan, pasti CPC-nya sudah dikurangi dari biaya yang seharusnya.

Clickbait Mempengaruhi CPC Adsense

Hal ini pula yang membuat blog dan channel Youtube bernuansa clickbait biasanya memiliki sangat banyak konten sebab mereka sadar bahwa CPC yang mereka dapatkan relatif rendah.

Dengan skema seperti ini, mau tidak mau mereka harus “kejar setoran”.

Pertanyaannya, mau sampai kapan kejar setoran?

TIPS: Advertiser mencari “valuable audiens”. Lebih baik punya 100 pengunjung yang membaca artikel sampai tuntas dan puas daripada 1000 pengunjung yang cuma baca setengah lalu pergi dengan kecewa.

#3 Utamakan ukuran iklan yang digemari advertiser

Menurut Google, ada lima ukuran iklan yang disebut-sebut paling sukses:

Ukuran IklanPlatformSaran Penempatan
336×280 large rectangleDesktop & mobileBebas
300×250 medium rectangleDesktopBebas
728×90 leaderboardDesktopHeader
300×600 half pageDesktop & mobileSidebar / antar paragraf
320×100 large mobile bannerMobileHeader / sticky

Dimensi iklan ini menjadi favorit advertiser karena ukurannya relatif besar dan efisien menjaring klik dari audiens atau pengunjung.

Mau pakai dimensi lain?

Boleh saja!

Tetapi tetap utamakan ukuran yang sudah saya sebutkan di atas demi mendongkrak CPC.

#4 Perbanyak konten berbasis teks, panjang lebih bagus

Google dapat mengetahui konteks atau tema sebuah artikel dengan membaca teksnya.

Coba lihat paragraf berikut ini.

Investasi merupakan siklus yang wajib Anda lakukan setiap bulannya. Para ahli finansial menyarankan untuk berinvestasi setidaknya 10 persen dari penghasilan bulanan. Dengan demikian, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan Anda akan menerima bunga yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Salah satu model investasi yang belakangan ini naik daun adalah reksa dana, sebab Anda bisa memulainya dengan deposit rendah dan bisa dicairkan kapan saja.

Bagian yang saya beri warna oranye adalah cara Google mengetahui tema sebuah artikel.

Kata seperti investasi, finansial, penghasilan, bunga, reksa dana, dan deposit memberikan sinyal kuat kepada Google bahwa artikel ini sedang membahas sesuatu tentang keuangan.

Semakin banyak dan semakin luas istilah yang berkaitan, semakin “mantap” pula penilaian Google terhadap tema artikel.

Dengan demikian, advertiser pun menjadi lebih percaya diri untuk memasang iklan di blog kamu dengan CPC tinggi. Sebab mereka tahu bahwa isi konten sangat relevan dengan produk advertiser.

Praktik terbaik bukanlah pengulangan, melainkan menggunakan istilah berbeda yang masih berkaitan dengan tema konten.

#5 Jangan blokir iklan!

Ini mungkin kontradiktif dengan tips para “expert” Adsense yang berkeliaran di grup Facebook.

Tapi ternyata memblokir iklan tidaklah membuat CPC Adsense naik!

Mari kita bahas penyebabnya.

Andaikan ada sebuah produk agrikultur yang diklaim punya CPC rendah.

Kamu pun mendengar informasi ini dan memutuskan untuk memblokir produk tersebut dari Adsense.

Pertanyaannya, tahu dari mana harga CPC itu rendah?

Ingat lho, ada banyak faktor eksternal yang mempengaruhi CPC.

Bisa jadi karena memang sedang musim rendah CPC (misal awal kuartal). Bisa jadi CPC rendah karena ada gejolak di industri terkait sehingga perusahaan memangkas biaya periklanan.

Bagaimana jika CPC-nya kembali normal namun sudah terlanjur kamu blok?

Saya yakin setelah kamu block, tidak pernah di-unblock lagi kan? :p

Jangan ikuti trend memblokir iklan “low CPC” karena harga CPC itu tidak selamanya “low”.

Google sendiri bilang begini:

Memblokir iklan janganlah terlalu banyak. Menampilkan semua iklan dapat menciptakan atmosfer yang lebih kompetitif dalam lelang (slot iklan)… – Allow & block ads guide

Lalu untuk apa ada fitur blocking ads di Adsense?

Ada banyak kegunaan dari fitur blocking ads, namun meningkatkan CPC bukanlah salah satunya.

Blocking ads dipakai untuk memblokir iklan yang kurang relevan atau tidak diinginkan oleh pemilik website.

Contohnya, memblokir iklan kosmetik pada blog berbau otomotif. Atau memblokir iklan produk kompetitor agar calon customer tidak lari.

Jadi, saran saya, jangan coba-coba memblokir iklan dengan maksud “meningkatkan CPC”. Justru jika diblokir, maka advertiser pun tidak perlu bidding CPC tinggi karena persaingan untuk mendapatkan slot iklan lebih longgar.

Kesimpulan

Nah, ternyata menaikkan CPC Adsense ternyata tidak sulit kan?

Tidak perlu ganti niche high CPC, tidak perlu bidik high paying keyword, tidak perlu target negara tertentu, dan tidak membutuhkan keahlian tertentu.

Jika saya rangkum dari ke-5 poin di atas, dapat disimpulkan bahwa memberikan konten berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan CPC blog kamu. Hal ini pula yang selalu dikumandangkan Google setiap kali saya menghadiri event, seminar, atau workshop berkaitan dengan dunia blogging.

Karena Google mengutamakan penggunanya, maka kamu sebagai seorang publisher juga harus menggunakan visi yang sama, yakni…

“Focus on your visitor, everything else will follow”