Kalkulator Zakat Rumah Zakat (Penghasilan & Maal)
Alat di atas membantu kamu menghitung zakat penghasilan dan zakat maal mengikuti metode Rumah Zakat. Pilih jenis zakat, isi nominalnya, lalu klik Hitung Zakat untuk melihat berapa zakat yang perlu kamu keluarkan beserta nisab yang dipakai.
Ringkasan:
- Kadar zakat penghasilan dan zakat maal sama, yaitu 2,5% dari dasar yang wajib dizakati.
- Nisab dihitung dari 85 gram emas: untuk maal dipakai penuh, untuk penghasilan bulanan dibagi 12.
- Kalau nominalmu belum mencapai nisab, berarti belum wajib zakat, tapi kamu tetap boleh bersedekah.
Pernahkah kamu bingung berapa zakat yang harus dikeluarkan dari gaji atau tabungan? Banyak orang cuma menebak-nebak, padahal rumusnya sebenarnya sederhana. Di sini aku bantu kamu hitung cepat, lengkap dengan penjelasan supaya kamu paham dari mana angkanya muncul dan kapan zakat itu jadi wajib.
Daftar isi
Cara Pakai Alat di Atas
- Pilih jenis zakat lewat menu di atas: zakat penghasilan atau zakat maal.
- Isi nominalnya. Untuk penghasilan, masukkan gaji per bulan (dan penghasilan lain bila ada). Untuk maal, masukkan total harta dan hutang jatuh tempo bila ada.
- Cek harga emas per gram. Nilai default Rp1.000.000, tapi sesuaikan dengan harga terkini agar nisabnya akurat.
- Klik Hitung Zakat, dan alat menampilkan zakat yang dikeluarkan, nisab yang dipakai, serta statusnya (wajib atau belum).
Cara Menghitung Zakat
Alat ini memakai metode Rumah Zakat, yaitu standar 2,5% dengan nisab setara 85 gram emas. Kadarnya sama untuk zakat penghasilan maupun maal, yang berbeda hanya cara menghitung nisab dan dasar hartanya.
Nisab maal = 85 × harga emas per gram
Nisab penghasilan = (85 × harga emas per gram) ÷ 12
Zakat = 2,5% × dasar (bila mencapai nisab)
Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan dihitung dari penghasilan brutomu. Total penghasilan sebulan (gaji ditambah penghasilan lain) dibandingkan dengan nisab bulanan, yaitu nisab 85 gram emas dibagi 12. Kalau penghasilanmu mencapai atau melebihi nisab bulanan, zakatnya 2,5% dari total penghasilan itu. Zakat penghasilan boleh kamu keluarkan tiap bulan begitu gaji diterima, atau dikumpulkan dan dibayar tahunan. Keduanya sama-sama sah, tinggal pilih yang paling praktis buatmu.
Zakat Maal
Zakat maal berlaku untuk harta simpanan seperti tabungan, emas, dan investasi yang sudah kamu miliki selama satu tahun penuh (haul). Total harta dikurangi hutang jatuh tempo menghasilkan harta bersih. Kalau harta bersih mencapai atau melebihi nisab (85 gram emas) dan sudah lewat haul satu tahun, maka zakatnya 2,5% dari harta bersih tersebut. Kalau belum mencapai nisab, belum wajib zakat maal.
Contoh Perhitungan
Misal penghasilanmu Rp10.000.000 per bulan dengan harga emas Rp1.000.000 per gram. Nisab bulanan = 85 × 1.000.000 ÷ 12 = Rp7.083.333. Karena Rp10.000.000 sudah melebihi nisab, zakat penghasilan = 2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000 per bulan.
Contoh zakat maal: total harta Rp120.000.000 dengan hutang jatuh tempo Rp20.000.000, jadi harta bersihnya Rp100.000.000. Nisab = 85 × 1.000.000 = Rp85.000.000. Karena Rp100.000.000 melebihi nisab, zakat maal = 2,5% × Rp100.000.000 = Rp2.500.000.
Internal Link Terkait
Mau versi yang lebih fokus? Coba kalkulator zakat penghasilan untuk gaji bulanan, atau kalkulator zakat emas kalau simpananmu berupa emas. Untuk mengecek batas nisab, ada kalkulator nisab zakat, dan bila kamu ingin mengikuti metode lembaga resmi, cek juga kalkulator zakat BAZNAS.
Sering Ditanyakan
Apa bedanya zakat penghasilan dan zakat maal?
Zakat penghasilan dikeluarkan dari pemasukan rutin seperti gaji, biasanya dihitung per bulan. Zakat maal dikeluarkan dari harta simpanan yang sudah mengendap satu tahun (haul), seperti tabungan, emas, dan investasi. Kadarnya sama, 2,5%.
Kenapa nisab penghasilan dibagi 12?
Nisab 85 gram emas itu ukuran setahun. Karena penghasilan diterima bulanan, nisabnya dibagi 12 supaya sebanding dengan pemasukan per bulan. Jadi kamu membandingkan gaji sebulan dengan nisab sebulan.
Ke mana menyalurkan zakatnya?
Alat ini hanya membantu menghitung. Untuk penyaluran resmi, salurkan zakatmu lewat Rumah Zakat atau lembaga amil zakat terpercaya lainnya agar tersalur ke penerima yang berhak.
Nah, itu dia cara cepat menghitung zakat penghasilan dan zakat maal mengikuti metode Rumah Zakat. Sekarang kamu bisa tahu berapa yang perlu dikeluarkan tanpa pusing dengan rumus. Selamat menunaikan, semoga bermanfaat 🙂