Tools

Kalkulator Reksadana BCA (Proyeksi)

Memilih jenis akan mengisi perkiraan imbal hasil di bawah. Kamu tetap bisa mengubahnya manual.
Isi setoran dan jangka waktu dengan benar.
Perkiraan nilai akhir
—
  • Total setoran—
  • Total imbal hasil—
  • Jangka waktu—
  • Nilai akhir (bebas pajak)—
Proyeksi ini perkiraan dengan asumsi imbal hasil rata sepanjang periode. Imbal hasil nyata reksadana berfluktuasi dan tidak dijamin. Kinerja masa lalu bukan jaminan masa depan. Keuntungan reksadana bebas pajak penghasilan.

Kalkulator di atas memproyeksikan nilai investasi reksadana yang kamu beli lewat BCA, misalnya melalui aplikasi Welma. Pilih jenis reksadana, isi setoran awal dan rutin, lalu klik Hitung Proyeksi untuk melihat perkiraan nilai akhirnya.

Ringkasan:

  • Proyeksi memakai rumus nilai masa depan dari setoran awal plus setoran rutin bulanan.
  • Perkiraan imbal hasil menyesuaikan jenis reksadana, dari pasar uang (~5%) sampai saham (~11%).
  • Hasilnya perkiraan; imbal hasil nyata berfluktuasi dan tidak dijamin.

Kalau kamu mulai berinvestasi reksadana lewat BCA, wajar penasaran kira-kira jadi berapa kalau rutin nabung sekian tahun. Nah, kalkulator ini memberi gambaran proyeksinya. Ingat, angkanya asumsi, bukan janji, karena imbal hasil reksadana naik-turun mengikuti pasar.

Cara Pakai Kalkulator di Atas

  • Pilih jenis reksadana; perkiraan imbal hasil otomatis terisi dan bisa kamu ubah.
  • Isi setoran awal dan setoran per bulan (salah satu boleh nol).
  • Atur imbal hasil per tahun dan jangka waktu dalam tahun.
  • Klik Hitung Proyeksi. Alat menampilkan total setoran, imbal hasil, dan nilai akhir.

Cara Kerja Proyeksinya

Kalkulator memakai rumus nilai masa depan (future value) dengan pemajemukan bulanan:

i = imbal hasil tahunan / 12
Nilai setoran awal = setoran awal x (1 + i)^n
Nilai setoran rutin = setoran bulanan x [((1 + i)^n - 1) / i]
n = jumlah bulan = tahun x 12

Jenis reksadana menentukan perkiraan imbal hasil: pasar uang paling stabil tapi rendah, saham paling berpotensi tinggi tapi juga paling fluktuatif. Angka default hanyalah asumsi kasar, silakan sesuaikan dengan ekspektasimu.

Contoh Proyeksi

Misalnya setoran awal Rp1.000.000, setoran rutin Rp500.000 per bulan, imbal hasil 7% per tahun, selama 5 tahun. Total setoran = Rp1.000.000 + (Rp500.000 x 60) = Rp31.000.000. Dengan proyeksi ini, nilai akhirnya menjadi sekitar Rp37.200.000, artinya perkiraan imbal hasil sekitar Rp6.200.000.

Internal Link Terkait

Mau bandingkan dengan platform lain? Coba kalkulator reksadana Mandiri atau kalkulator reksadana Bibit. Untuk proyeksi investasi umum dengan bunga majemuk, ada kalkulator investasi online.

Sering Ditanyakan

Apakah imbal hasil ini pasti?

Tidak. Reksadana bukan tabungan dengan bunga tetap. Angka di sini hanya asumsi untuk gambaran; nilai riilnya bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kinerja pasar.

Reksadana BCA belinya di mana?

Nasabah BCA umumnya membeli reksadana lewat aplikasi Welma atau kantor cabang. Kalkulator ini tidak terhubung ke produk apa pun, hanya membantu memperkirakan proyeksinya.

Apakah keuntungan reksadana kena pajak?

Keuntungan reksadana bukan objek pajak penghasilan bagi investor, jadi nilai akhir yang kamu terima tidak dipotong pajak lagi. Tetap laporkan kepemilikannya di SPT tahunan.


Nah, itu dia gambaran proyeksi reksadana lewat BCA. Ingat, kunci utamanya adalah rutin dan sabar, karena imbal hasil butuh waktu untuk bertumbuh. Selamat berinvestasi, semoga bermanfaat 🙂