Tools

Kalkulator Reksadana Mandiri (Proyeksi)

Memilih jenis akan mengisi perkiraan imbal hasil di bawah. Kamu tetap bisa mengubahnya manual.
Isi setoran dan jangka waktu dengan benar.
Perkiraan nilai akhir
—
  • Total setoran—
  • Total imbal hasil—
  • Jangka waktu—
  • Nilai akhir (bebas pajak)—
Proyeksi ini perkiraan dengan asumsi imbal hasil rata sepanjang periode. Imbal hasil nyata reksadana berfluktuasi dan tidak dijamin. Imbal hasil masa lalu bukan jaminan masa depan. Keuntungan reksadana bebas pajak penghasilan.

Alat di atas memproyeksikan nilai investasi reksadana Mandiri dari setoran awal, setoran rutin bulanan, jenis reksadana, dan jangka waktu. Pilih jenisnya, isi angkanya, lalu klik Hitung Proyeksi.

Ringkasan:

  • Reksadana Mandiri tersedia dalam beberapa jenis: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.
  • Makin agresif jenisnya, makin tinggi potensi imbal hasil, tapi makin besar juga risikonya.
  • Proyeksi memakai rumus nilai masa depan; keuntungan reksadana bebas pajak penghasilan.

Kamu nasabah Mandiri dan mau mulai nabung reksadana lewat aplikasinya? Nah, sebelum setor, enaknya kamu punya gambaran dulu dana itu bisa tumbuh jadi berapa. Alat ini membantumu memproyeksikannya sesuai jenis reksadana yang kamu pilih.

Cara Pakai Alat di Atas

  • Pilih Jenis reksadana. Perkiraan imbal hasil akan terisi otomatis, dan tetap bisa kamu ubah.
  • Isi Setoran awal (boleh kosong) dan Setoran per bulan untuk nabung rutin.
  • Sesuaikan Imbal hasil bila perlu, dan isi Jangka waktu dalam tahun.
  • Klik Hitung Proyeksi untuk melihat nilai akhir, total setoran, dan imbal hasilnya.

Jenis Reksadana Mandiri

Mandiri (lewat Mandiri Investasi dan aplikasi Livin') menawarkan empat jenis utama, dari yang paling aman ke paling agresif:

  • Pasar uang: paling stabil dan cair, cocok untuk dana darurat, imbal hasil sekitar 4% sampai 6%.
  • Pendapatan tetap: berisi obligasi, cocok tujuan menengah, sekitar 6% sampai 8%.
  • Campuran: gabungan saham dan obligasi, potensi lebih tinggi dengan risiko sedang.
  • Saham: potensi imbal hasil paling tinggi, tapi paling fluktuatif, hanya untuk jangka panjang.

Rumus Proyeksi

r = imbal hasil per tahun / 12
FV setoran awal = awal x (1+r)^n
FV setoran rutin = rutin x ((1+r)^n - 1) / r
Nilai akhir = FV setoran awal + FV setoran rutin

Cara Beli Reksadana Mandiri

Kamu bisa membeli reksadana Mandiri lewat aplikasi Livin' by Mandiri atau platform Mandiri Investasi (MOST/Moinves). Cukup buka menu investasi, pilih produk reksadana sesuai jenis dan profil risikomu, lalu setor mulai dari nominal kecil. Pastikan produknya diterbitkan manajer investasi yang terdaftar dan diawasi OJK.

Kalkulator Terkait

Bandingkan dengan produk lain lewat kalkulator reksadana, kalkulator reksadana pasar uang, kalkulator reksadana saham, atau kalkulator investasi.

Sering Ditanyakan

Berapa minimal beli reksadana Mandiri?

Lewat aplikasi, kamu sering bisa mulai dari nominal kecil, bahkan puluhan ribu rupiah untuk sebagian produk. Nominal minimal berbeda tiap produk, jadi cek di halaman produknya saat membeli.

Apakah reksadana Mandiri dijamin?

Reksadana bukan produk simpanan bank dan tidak dijamin LPS. Nilainya bisa naik dan turun mengikuti pasar. Yang diawasi OJK adalah manajer investasinya, bukan jaminan atas hasilnya. Pilih jenis yang sesuai profil risikomu.

Apakah imbal hasilnya kena pajak?

Keuntungan reksadana bukan objek pajak penghasilan bagi investor, jadi tidak dipotong pajak final seperti bunga deposito. Kamu tetap melaporkannya di SPT sebagai harta.


Nah, itu dia cara memproyeksikan investasi reksadana Mandiri sesuai jenisnya. Sekarang kamu bisa memilih produk yang paling pas dengan tujuan dan keberanianmu terhadap risiko. Selamat berinvestasi, semoga bermanfaat 🙂