Tools

Kalkulator Diskon Harga

Rp
Masukkan harga dan diskon dengan angka yang benar (diskon 0–100%).
Harga setelah diskon
Kamu hemat
Catatan: ketik harga awal dan persen diskon, hasilnya langsung terhitung otomatis. Harga dibulatkan ke rupiah terdekat.

Masukkan harga awal dan persen diskon pada alat di atas, lalu klik Hitung Diskonvoila, harga setelah diskon dan jumlah rupiah yang kamu hemat langsung muncul. Nggak perlu hitung manual lagi pas lagi belanja.

Ringkasan:

  • Ketik harga awal dan diskon (%), hasilnya langsung terhitung — tanpa klik tombol.
  • Menampilkan harga akhir sekaligus berapa rupiah yang kamu hemat.
  • Gratis, tanpa aplikasi, jalan di HP maupun komputer.

Pernahkah kamu lihat tulisan "Diskon 30%" di toko tapi bingung berapa harga aslinya jadi? Atau mau cek apakah promo di marketplace beneran hemat? Alat ini bikin urusan itu jadi gampang banget. Di bawah aku jelaskan juga rumus dan contohnya biar kamu makin paham.

Cara Pakai Kalkulator Diskon

  • Isi Harga Awal — harga barang sebelum diskon, misalnya 100.000.
  • Isi Diskon (%) — besar diskon yang ditawarkan, misalnya 20.
  • Klik Hitung Diskonharga setelah diskon dan jumlah hemat langsung muncul di bawahnya.

Rumus Menghitung Diskon Harga

Jumlah diskon = Harga awal × (Diskon% ÷ 100)
Harga akhir  = Harga awal − Jumlah diskon

Sederhananya, kamu cari dulu berapa potongannya, lalu kurangi dari harga awal.

Contoh Perhitungan

Misalnya harga awal Rp 100.000 dengan diskon 20%:

Jumlah diskon = 100.000 × (20 ÷ 100) = 20.000
Harga akhir  = 100.000 − 20.000 = Rp 80.000

Jadi kamu membayar Rp 80.000 dan hemat Rp 20.000. Coba masukkan angka belanjaanmu sendiri di alat di atas.

Contoh Diskon Bertingkat

Diskon bertingkat seperti "50% + 20%" dihitung berurutan, bukan dijumlah jadi 70%. Misalnya harga awal Rp 200.000:

Diskon 1 (50%): 200.000 − 100.000 = 100.000
Diskon 2 (20%): 100.000 − 20.000  = Rp 80.000

Harga akhirnya Rp 80.000 — setara total diskon 60%, bukan 70%. Untuk menghitungnya di alat di atas, masukkan hasil diskon pertama (100.000) sebagai harga awal untuk diskon kedua.

Jenis-Jenis Diskon Belanja

Biar tidak salah kaprah saat lihat promo, kenali dulu bentuk-bentuk diskon yang umum:

  • Diskon persentase — potongan berupa persen dari harga, misalnya 20%. Inilah yang dihitung alat di atas.
  • Potongan nominal — potongan langsung dalam rupiah, misalnya "Potongan Rp 25.000", tanpa hitung persen.
  • Diskon bertingkat — beberapa diskon berurutan seperti 50% + 20% (dihitung bersusun, lihat contoh di atas).
  • Beli 1 Gratis 1 — setara diskon 50% bila kedua barang berharga sama.
  • Cashback — uang kembali setelah bayar, bukan potongan di awal.

Diskon vs Cashback

Keduanya sama-sama bikin hemat, tapi beda cara kerja. Diskon memotong harga di awal, jadi kamu langsung bayar lebih sedikit. Cashback tetap bayar penuh dulu, baru sebagian uang dikembalikan — biasanya jadi saldo atau poin, kadang ada syarat minimum belanja. Untuk penghematan yang langsung terasa, diskon umumnya lebih menguntungkan.

Tabel Cepat Harga Setelah Diskon

Perkiraan cepat untuk harga Rp 100.000 pada beberapa diskon yang sering ditemui:

DiskonPotonganHarga Akhir
10%Rp 10.000Rp 90.000
20%Rp 20.000Rp 80.000
25%Rp 25.000Rp 75.000
50%Rp 50.000Rp 50.000
70%Rp 70.000Rp 30.000

Untuk harga selain Rp 100.000, tinggal pakai alat di atas — lebih cepat dan pasti.

Tips Belanja Saat Diskon

  • Cek harga asli sebelum promo — kadang harga dinaikkan dulu baru "didiskon".
  • Perhatikan diskon bertingkat (misal 50% + 20%); potongannya tidak dijumlah langsung jadi 70%.
  • Hitung harga akhir dulu di sini sebelum checkout biar tahu hemat betulan atau tidak.

Link Terkait

Butuh hitung persen untuk keperluan lain? Coba kalkulator persentase.

Sering Ditanyakan

Bagaimana menghitung diskon bertingkat?

Diskon bertingkat dihitung berurutan, bukan dijumlah. Contoh diskon 50% lalu 20%: harga dipotong 50% dulu, baru sisanya dipotong 20% lagi. Untuk itu, hitung diskon pertama di alat ini, lalu masukkan hasilnya sebagai harga awal untuk diskon kedua.

Apakah sudah termasuk pajak?

Belum. Kalkulator ini hanya menghitung potongan diskon dari harga yang kamu masukkan. Jika ada pajak (misalnya PPN), tambahkan secara terpisah setelah harga diskon.

Bagaimana cari persen diskonnya?

Kalau kamu tahu harga awal dan harga akhir, persen diskon = (harga awal − harga akhir) ÷ harga awal × 100. Contoh: dari 100.000 jadi 80.000 berarti diskonnya 20%.


Nah, itu dia cara cepat menghitung harga setelah diskon — gampang banget, kan? Tinggal masukkan angkanya, hemat langsung kelihatan. Selamat berbelanja, semoga bermanfaat 🙂