Kalkulator Bunga Berbunga
Alat di atas menghitung bunga berbunga alias compound interest: bunga yang ikut berbunga lagi di periode berikutnya. Masukkan uang awal, suku bunga per tahun, frekuensi penggandaan, dan lamanya, lalu klik Hitung Bunga Berbunga.
Ringkasan:
- Bunga berbunga berarti bunga tiap periode ditambahkan ke pokok, lalu ikut menghasilkan bunga baru.
- Rumusnya: nilai akhir = pokok × (1 + bunga per periode)jumlah periode.
- Makin sering digandakan (harian vs tahunan) dan makin lama waktunya, hasil akhirnya makin besar.
Pernahkah kamu dengar istilah "bunga berbunga bikin uang tumbuh sendiri"? Nah, itu bukan sekadar jargon. Efek penggandaan ini yang membuat tabungan atau investasi jangka panjang terasa kecil di awal tapi melesat di tahun-tahun akhir. Di sini aku jelaskan cara kerjanya plus contoh hitungannya.
Daftar isi
Cara Pakai Alat di Atas
- Isi uang awal, misalnya Rp10.000.000.
- Isi suku bunga per tahun, misalnya 6 (artinya 6% per tahun). Boleh pakai koma, contoh 5,5.
- Pilih frekuensi penggandaan: bulanan (paling umum untuk tabungan dan deposito yang di-roll over), tahunan, atau harian.
- Isi lamanya dalam tahun, plus bulan tambahan bila perlu, lalu klik Hitung Bunga Berbunga. Voila, nilai akhir dan total bunganya langsung muncul.
Rumus Bunga Berbunga
Rumus bakunya seperti ini:
Nilai akhir = P × (1 + r/n)^(n × t)
P = pokok (uang awal)
r = suku bunga per tahun (desimal, 6% = 0,06)
n = berapa kali bunga digandakan dalam setahun
t = lama waktu dalam tahun
Bedanya dengan bunga biasa (bunga tunggal): pada bunga tunggal, bunga selalu dihitung dari pokok awal saja. Pada bunga berbunga, bunga periode lalu ikut jadi "modal" untuk periode berikutnya, sehingga pertumbuhannya melengkung naik, bukan garis lurus.
Pengaruh Frekuensi Penggandaan
Dengan suku bunga tahunan yang sama, penggandaan bulanan menghasilkan sedikit lebih banyak daripada tahunan, dan harian sedikit lebih banyak lagi. Selisihnya kecil tapi nyata. Misalnya Rp10 juta dengan bunga 6% selama 10 tahun: tahunan jadi sekitar Rp17,9 juta, bulanan sekitar Rp18,2 juta.
Contoh Perhitungan
Misalnya kamu menaruh Rp10.000.000 dengan bunga 6% per tahun, digandakan bulanan, selama 5 tahun. Bunga per bulan = 6% ÷ 12 = 0,5%. Jumlah periode = 60 bulan. Nilai akhir = 10.000.000 × (1,005)60 = sekitar Rp13.488.502. Total bunganya sekitar Rp3,49 juta, padahal dengan bunga tunggal 6% kamu "hanya" dapat Rp3 juta.
Internal Link Terkait
- Kalkulator bunga majemuk, versi dengan setoran rutin bulanan.
- Kalkulator investasi untuk proyeksi investasi jangka panjang.
- Kalkulator bunga tabungan untuk hitung bunga bersih setelah pajak.
Sering Ditanyakan
Apa beda bunga berbunga dan bunga majemuk?
Sama saja, dua istilah untuk konsep yang sama (compound interest). "Bunga berbunga" adalah sebutan sehari-harinya, "bunga majemuk" istilah formalnya di buku pelajaran.
Apa itu aturan 72?
Cara cepat memperkirakan kapan uang jadi dua kali lipat: 72 ÷ suku bunga per tahun. Bunga 6% berarti sekitar 72 ÷ 6 = 12 tahun. Alat di atas menghitung angka pastinya, dan hasilnya biasanya sangat dekat dengan aturan praktis ini.
Apakah hasilnya sudah dipotong pajak?
Belum. Bunga tabungan dan deposito di Indonesia kena pajak final 20% bila saldonya di atas Rp7,5 juta. Untuk hitungan bersih setelah pajak, pakai kalkulator bunga tabungan atau kalkulator bunga deposito.
Nah, itu dia cara kerja bunga berbunga. Mulai sedini mungkin, biarkan waktu yang bekerja. Selamat mencoba, semoga bermanfaat 🙂