Kalkulator ARA dan ARB Saham
Kalkulator ARA & ARB Saham
Batas kenaikan dan penurunan harga saham harian (aturan BEI)
Masukkan harga acuan saham (biasanya harga penutupan hari sebelumnya), klik Hitung Batas ARA & ARB, dan alat ini menampilkan batas kenaikan (ARA) dan penurunan (ARB) maksimal untuk hari itu sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia. Berguna buat trader yang mau tahu sampai mana harga bisa bergerak.
Ringkasan:
- ARA (Auto Reject Atas) itu batas kenaikan maksimal, ARB (Auto Reject Bawah) batas penurunan maksimal dalam satu hari bursa.
- Batas ARA berjenjang: 35% (Rp50-200), 25% (Rp200-5.000), dan 20% (di atas Rp5.000).
- Batas ARB saat ini ditetapkan seragam 15% untuk semua rentang harga.
Kalau kamu baru masuk dunia saham, istilah ARA dan ARB pasti sering muncul di grup trader. Keduanya adalah rem otomatis dari bursa supaya harga saham tidak melonjak atau anjlok terlalu jauh dalam sehari. Begitu harga menyentuh batas ini, sistem menolak order di luar batas, dan sahamnya sering disebut "kena ARA" atau "kena ARB".
Daftar isi
Cara Pakai
- Isi harga acuan, umumnya harga penutupan hari bursa sebelumnya.
- Klik Hitung Batas ARA & ARB atau tekan Enter.
- Lihat batas atas (ARA) dan batas bawah (ARB) beserta persentasenya.
Apa itu ARA dan ARB
ARA (Auto Rejection Atas) adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari, sedangkan ARB (Auto Rejection Bawah) adalah batas maksimal penurunannya. Kalau order pembelian atau penjualan melewati batas ini, sistem bursa otomatis menolaknya. Tujuannya menjaga perdagangan tetap wajar dan mencegah gejolak harga yang ekstrem.
Batas per Fraksi Harga
Persentase ARA tidak sama untuk semua saham, melainkan berjenjang mengikuti harga. Saham Rp50 sampai Rp200 boleh naik hingga 35%, saham Rp200 sampai Rp5.000 hingga 25%, dan saham di atas Rp5.000 hingga 20%. Untuk ARB, Bursa Efek Indonesia menetapkan batas seragam 15% di semua rentang harga.
Contoh Perhitungan
Misalnya sebuah saham ditutup di Rp1.000. Karena masuk fraksi Rp200 sampai Rp5.000, batas ARA-nya 25%, sehingga harga tertinggi hari itu Rp1.000 × 1,25 = Rp1.250. Batas ARB-nya 15%, jadi harga terendahnya Rp1.000 × 0,85 = Rp850. Di luar rentang Rp850 sampai Rp1.250, order akan ditolak sistem.
Alat Terkait
Mau menghitung rata-rata harga beli? Coba kalkulator average saham. Ada juga kalkulator profit saham untuk menghitung untung setelah fee, dan kalkulator dividen saham buat estimasi imbal hasil.
Sering Ditanyakan
Apa artinya kena ARA?
Saham "kena ARA" berarti harganya sudah menyentuh batas kenaikan maksimal hari itu, sehingga tidak bisa naik lagi. Biasanya antrean beli menumpuk di harga tersebut sementara penjual sedikit. Kebalikannya, "kena ARB" berarti harga menyentuh batas penurunan maksimal.
Kenapa ARB beda dengan ARA?
Batas ARB sempat disamakan simetris dengan ARA, tetapi bursa dapat menyesuaikannya demi menjaga stabilitas pasar. Saat ini ARB ditetapkan seragam 15%, berbeda dengan ARA yang berjenjang. Ketentuan ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi selalu cek aturan terbaru dari Bursa Efek Indonesia.
Kenapa harga bisa meleset sedikit?
Harga saham bergerak dalam kelipatan tertentu (fraksi atau tick) sesuai rentang harganya. Alat ini menghitung batas dari persentase murni tanpa membulatkan ke fraksi tick, jadi angka riil di papan bursa bisa berbeda beberapa rupiah. Untuk keputusan transaksi, tetap acu pada data resmi sekuritasmu.
Nah, sekarang kamu bisa memperkirakan sampai mana sebuah saham boleh bergerak dalam sehari. Ingat, batas ini soal mekanisme bursa, bukan jaminan arah harga, jadi tetap analisis sebelum membeli. Semoga bermanfaat 🙂