Tools

Kalkulator Reksadana Bareksa (Proyeksi Investasi)

Rp
Modal awal sekali di depan. Boleh kosong kalau kamu hanya investasi rutin bulanan.
Rp
Nominal yang kamu top up tiap bulan secara rutin.
%
Terisi otomatis dari jenis reksadana di atas. Boleh kamu ubah sesuai perkiraanmu.
Lengkapi setoran, jangka waktu, dan asumsi return yang valid.
Perkiraan nilai akhir investasi
—
Total setoran—
Hasil investasi (untung)—
Return dipakai—
Angka ini hanya proyeksi berbasis asumsi return, bukan jaminan hasil. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan, dan belum memperhitungkan biaya atau pajak jika ada.

Alat di atas membantu kamu memproyeksikan hasil investasi reksadana ala Bareksa. Isi setoran awal (kalau ada), setoran rutin per bulan, jangka waktu, lalu pilih jenis reksadana atau atur sendiri asumsi return-nya, dan klik Hitung Proyeksi.

Ringkasan:

  • Proyeksi memakai rumus future value: setoran bulanan dan lump sum dibungakan majemuk (compound) tiap bulan.
  • Jenis reksadana hanya prefill asumsi return (Pasar Uang 5%, Pendapatan Tetap 7%, Campuran 9%, Saham 11%) yang tetap bisa kamu ubah.
  • Hasilnya cuma ilustrasi, bukan jaminan. Return nyata bergantung produk yang kamu pilih di platform.

Pernahkah kamu penasaran, kalau nabung reksadana rutin di Bareksa selama beberapa tahun, kira-kira jadi berapa duitnya nanti? Nah, di sini aku bantu kamu hitung proyeksinya biar ada gambaran, plus penjelasan dari mana angkanya muncul supaya kamu paham betul.

Cara Pakai Alat di Atas

  • Isi setoran awal (lump sum) kalau kamu mau memulai dengan modal besar di depan. Boleh dikosongkan.
  • Isi setoran rutin per bulan, yaitu nominal yang kamu top up tiap bulan.
  • Tentukan jangka waktu dalam tahun, minimal 1 tahun.
  • Pilih jenis reksadana. Pilihan ini otomatis mengisi asumsi return, dan kamu tetap bisa mengubah angka return-nya secara manual.
  • Klik Hitung Proyeksi. Alat menampilkan perkiraan nilai akhir, total setoran, dan hasil investasi (untung).

Cara Menghitung Proyeksi Reksadana

Inti perhitungannya adalah nilai masa depan atau future value (FV). Setiap setoran dianggap dibungakan secara majemuk tiap bulan dengan asumsi return yang kamu pilih. Ada dua bagian: dari setoran awal (lump sum) dan dari setoran rutin bulanan.

Rumus Future Value

r = return tahunan (%) / 100 / 12   (bunga per bulan)
n = jangka (tahun) x 12             (jumlah bulan)

FV lump sum = setoran awal x (1 + r)^n
FV bulanan  = setoran bulanan x ( ((1 + r)^n - 1) / r )
FV total    = FV lump sum + FV bulanan

Total setoran   = setoran awal + setoran bulanan x n
Hasil investasi = FV total - total setoran

Kalau asumsi return-nya 0%, rumus setoran bulanan disederhanakan jadi setoran bulanan x n karena tidak ada pertumbuhan. Nah, angka hasil investasi itulah selisih antara total duit yang balik dengan total yang kamu setorkan.

Soal Asumsi Return

Angka return per jenis reksadana di alat ini (Pasar Uang 5%, Pendapatan Tetap 7%, Campuran 9%, Saham 11%) hanyalah asumsi ilustrasi, bukan angka pasti. Return nyata bisa lebih tinggi atau lebih rendah, bahkan minus. Bareksa sendiri adalah platform atau marketplace (pasar) reksadana, jadi hasil sesungguhnya bergantung pada produk reksadana yang kamu pilih di sana. Gunakan angka default sebagai titik awal, lalu sesuaikan sendiri kalau kamu punya perkiraan yang lebih realistis.

Contoh Perhitungan

Misal kamu rutin nabung Rp1.000.000 per bulan selama 5 tahun (60 bulan) tanpa setoran awal, dengan asumsi return 7% per tahun (Pendapatan Tetap). Dengan r = 0,07 / 12 dan n = 60, perkiraan nilai akhirnya sekitar Rp71.592.902. Total setoranmu Rp60.000.000, jadi hasil investasi (untung) kira-kira Rp11.592.902. Lumayan banget, kan?

Contoh lump sum: kamu taruh Rp10.000.000 sekali di depan, tanpa setoran bulanan, selama 3 tahun dengan asumsi return 5% per tahun (Pasar Uang). Perkiraan nilai akhirnya sekitar Rp11.614.722, jadi untungnya sekitar Rp1.614.722. Ingat ya, ini semua cuma proyeksi berbasis asumsi.

Internal Link Terkait

Mau bandingkan dengan platform lain? Cek kalkulator reksadana versi umum dan kalkulator reksadana Bibit. Untuk simulasi investasi yang lebih luas, ada kalkulator investasi online, dan kalau mau paham mesin di baliknya, coba kalkulator bunga majemuk.

Sering Ditanyakan

Apakah hasil proyeksi ini pasti?

Tidak. Angka di sini hanya ilustrasi berbasis asumsi return yang kamu pilih. Return reksadana berfluktuasi dan kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Hasil nyata bisa lebih besar atau lebih kecil, bahkan bisa minus di periode tertentu.

Dari mana angka return default-nya?

Angka 5%, 7%, 9%, dan 11% cuma perkiraan kasar tipikal untuk masing-masing jenis reksadana (Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham) sebagai titik awal. Bareksa adalah platform tempat banyak produk dijual, jadi return sesungguhnya bergantung pada produk spesifik yang kamu beli. Sesuaikan angka ini sesuai perkiraanmu sendiri.

Apakah biaya dan pajak sudah dihitung?

Belum. Proyeksi ini belum memperhitungkan biaya pembelian, biaya kelola, atau pajak jika ada. Reksadana umumnya bukan objek pajak bagi investor, tapi tetap cek ketentuan yang berlaku. Anggap hasil kalkulator sebagai gambaran kotor sebelum biaya.


Nah, itu dia cara memproyeksikan hasil investasi reksadana di Bareksa lengkap dengan rumusnya. Sekarang kamu punya gambaran ke mana uangmu bisa tumbuh, tapi ingat selalu bahwa ini asumsi, bukan janji. Selamat berinvestasi, semoga bermanfaat 🙂