Kalkulator PPh 22 Impor & Bendahara
Alat di atas membantu kamu menghitung PPh Pasal 22 untuk dua transaksi paling umum: impor barang dan pembelian oleh bendahara pemerintah/BUMN. Pilih jenis transaksinya, masukkan nilai yang dipakai, lalu klik Hitung PPh 22.
Ringkasan:
- Impor barang: basisnya Nilai Impor (CIF + Bea Masuk), tarif 2,5% (punya API), 7,5% (tanpa API), atau 10% (barang tertentu tanpa API).
- Pembelian bendahara/BUMN: basisnya harga beli tanpa PPN, tarif 1,5%, naik jadi 3% bila rekanan tidak ber-NPWP.
- PPh Pasal 22 adalah pajak dibayar di muka (kredit pajak) yang bisa dikreditkan terhadap PPh tahunan.
Pernahkah kamu bingung berapa PPh 22 yang harus dipungut saat mengimpor barang atau saat bertransaksi dengan instansi pemerintah? Tarifnya beda-beda tergantung punya API atau tidak, dan tergantung NPWP rekanan. Nah, biar tidak salah hitung, aku bantu jelaskan basis dan tarifnya di bawah.
Daftar isi
Cara Pakai Alat di Atas
- Pilih jenis transaksi, apakah impor barang atau pembelian oleh bendahara/BUMN.
- Masukkan nilai transaksi. Untuk impor, isi Nilai Impor (CIF + Bea Masuk). Untuk bendahara, isi harga beli tanpa PPN (DPP).
- Pilih tarif (mode impor) atau centang Tanpa NPWP bila perlu (mode bendahara).
- Klik Hitung PPh 22. Alat menampilkan pajak terutang, basis, dan tarif efektif yang dipakai.
Cara Kerja
PPh Pasal 22 dihitung dengan mengalikan basis (Dasar Pengenaan Pajak) dengan tarif yang berlaku. Rumusnya sederhana, yang penting kamu memakai basis dan tarif yang tepat sesuai jenis transaksinya.
PPh 22 = Basis x Tarif
PPh 22 Impor
Untuk impor barang, basisnya adalah Nilai Impor, yaitu CIF (Cost, Insurance, Freight) ditambah Bea Masuk. Tarifnya bergantung status importir:
- 2,5% bila importir memiliki API (Angka Pengenal Impor).
- 7,5% bila importir tidak memiliki API.
- 10% untuk barang tertentu yang diimpor tanpa API.
PPh 22 Bendahara
Untuk pembelian barang oleh bendahara pemerintah atau BUMN, basisnya adalah harga pembelian tanpa PPN (DPP). Tarifnya 1,5%. Bila rekanan (penjual) tidak memiliki NPWP, tarifnya dinaikkan 100% menjadi 3%. Centang opsi Tanpa NPWP di alat untuk kondisi ini.
Contoh Perhitungan
Impor punya API. Nilai Impor Rp100.000.000, tarif 2,5%. PPh 22 = Rp100.000.000 x 2,5% = Rp2.500.000. Kalau importir tanpa API (7,5%), maka Rp100.000.000 x 7,5% = Rp7.500.000.
Pembelian bendahara. DPP Rp50.000.000, tarif 1,5%. PPh 22 = Rp50.000.000 x 1,5% = Rp750.000. Bila rekanan tidak ber-NPWP (3%), maka Rp50.000.000 x 3% = Rp1.500.000.
Internal Link Terkait
Untuk pungutan atas jasa dan sewa, hitung di kalkulator PPh 23. Menghitung PPN dari harga? Pakai kalkulator PPN. Ingin memperkirakan total pungutan saat impor (Bea Masuk, PPN, PPh)? Coba kalkulator pajak impor. Untuk pajak penghasilan perusahaan, ada kalkulator PPh badan.
Sering Ditanyakan
Apa itu PPh Pasal 22?
PPh Pasal 22 adalah pajak penghasilan yang dipungut atas transaksi tertentu, seperti impor barang dan pembelian oleh bendahara pemerintah/BUMN. Sifatnya pajak dibayar di muka yang bisa dikreditkan terhadap PPh tahunan.
Kenapa tarif impor beda-beda?
Tarif impor tergantung status importir. Punya API kena 2,5%, tanpa API 7,5%, dan barang tertentu tanpa API bisa 10%. Adanya API menunjukkan importir terdaftar resmi sehingga tarifnya lebih ringan.
Apakah PPh 22 bisa dikreditkan?
Ya. PPh 22 yang sudah dipungut merupakan kredit pajak, artinya bisa mengurangi PPh terutang saat perhitungan pajak tahunan. Simpan bukti pemungutannya sebagai dokumen pendukung.
Nah, itu dia cara menghitung PPh Pasal 22 untuk impor maupun pembelian bendahara. Semoga membantu kamu memungut dan mengkreditkan pajaknya dengan benar. Semoga bermanfaat 🙂