WORDPRESS

7 Cara Ampuh Agar WordPress Terdeteksi Google dengan Cepat

Mesin pencari Google memegang lebih dari 80 persen pengguna dibanding kompetitor seperti Bing dan Yandex. Tidak heran apabila website yang terindeks oleh Google adalah harga mati. Sebagai pengguna WordPress, terdapat sejumlah cara agar WordPress terdeteksi Google dalam waktu yang singkat.

Cepat yang dimaksud disini berarti kurang dari sehari kamu sudah bisa melihat URL situs muncul di halaman pencarian Google. Agar tidak terjadi miskonsepsi, harus dipahami bahwa beberapa tips berikut akan membantu website WordPress muncul di urutan teratas jika dicari menggunakan kueri alamat situs.

Perlu saya tekankan bahwa panduan berikut ini lebih ditujukan pada situs WordPress baru yang mengharapkan indeks pertama di Google. Bukan situs web lama yang ingin mempercepat indeks konten.

Jika sudah paham, berikut panduannya.

#1. Daftar ke Google Webmaster

Layanan Google Webmaster (Google Search Console) wajib kamu gunakan jika ingin situs WordPress cepat dikenal mesin pencari. Google secara eksklusif mendahulukan situs yang terdaftar di layanan ini ketimbang situs lain yang tidak.

Silahkan daftar ke Google Webmaster, cukup masukan alamat website dan verifikasi maka situs siap terindeks. Tenang saja, Google akan memberi panduan tentang cara menggunakannya.

#2. Pasang plugin SEO di WordPress

Situs WordPress tanpa plugin bagaikan masakan tanpa bumbu – hambar. Plugin SEO di WordPress membantu menyusun struktur situs di belakang layar agar Google bisa dengan mudah mengenalinya.

Plugin SEO untuk WordPress yang sangat populer adalah Yoast SEO dan All in One SEO Pack. Pilih salah satu, lalu instal plugin tersebut di website WordPress kamu dan jangan lupa untuk melakukan konfigurasi situs, seperti memasukkan judul, deskripsi website, dan sebagainya.

#3. Kirim sitemap di Google Webmaster

Meski Google secara otomatis mendahulukan blog yang terdaftar di Google Webmaster, akan lebih baik jika kamu mengirim permintaan indeks sitemap/peta situs agar mendapat antrian terdepan. Mengirim sitemap hanya bisa dilakukan setelah kamu mendaftar ke Google Webmaster dan menginstal plugin SEO di WordPress.

Alamat sitemap biasanya seperti berikut:

  • website.com/sitemap.xml 
  • website.com/sitemap_index.xml

Selanjutnya menuju ke Google Webmaster → Pilih website → Klik Peta Situs → Klik Tambahkan/Uji Peta Situs → Masukan alamat peta situs → Kirim. Proses indeks sitemap biasanya hanya memakan waktu beberapa menit atau paling lama hingga 1 jam.

#4. Pastikan robots.txt tidak mengahalangi mesin pencari

Google memiliki “robot” yang bertugas merayapi milyaran halaman web dalam sehari. Namun beberapa pengaturan robots.txt membuat situs tidak terindeks oleh Google. Untuk mengetahui apakah pengaturan robots.txt kamu aman, silahkan ke halaman Google Webmaster.

Kemudian pilih website kamu, pada menu di sebelah kiri, klik Perayapan lalu Penguji robots.txt. Sampai di sana, kamu hanya perlu menekan tombol Uji Coba berwarna merah untuk melihat apakah URL diblokir.

#5. Buat konten yang unik dan berkualitas

Google mengutamakan konten yang tidak hanya unik, namun juga berkualitas. Sebagai website baru, ini adalah kesempatan berharga untuk membuat konten yang menarik. Pasalnya, jika sebuah website muncul dengan impresi positif, Google tidak akan ragu menempatkan website kamu di urutan teratas mesin pencari.

Lalu, seperti apa konten yang berkualitas itu?

Sebenarnya ini memerlukan jawaban yang panjang. Tetapi dengan asumsi bahwa kamu adalah pemula dalam dunia blogging, sebaiknya buatlah artikel dengan panjang konten minimal 300 kata, dilengkapi foto atau video, kategori dan tag, serta tautan ke situs lain.

Minimal kriteria di atas sering direkomendasikan pakar SEO dalam membuat artikel.

Terkait jumlah artikel, saya sendiri menyarankan setidaknya terdapat 5 buah. Namun jika kamu ingin membuat kurang dari itu juga seharusnya tidak masalah karena Google cenderung melihat pada frekuensi update ketimbang kuantitas.

#6. Bagikan ke media sosial

Blog baru, tidak ada pengunjung dari mesin pencari. Alternatif yang dapat kamu lakukan ialah dengan membagikan website ke media sosial, entah itu Twitter, Facebook, atau Instagram.

Sederhananya, kehadiran pengunjung akan mengundang Google untuk segera melacak situs kamu. Jika isi kontennya menarik, pengunjung akan betah berlama-lama di website kamu. Penelitian dari Semrush menemukan ada korelasi antara lamanya pengunjung mampir di situs dengan potensi indeks Google.

Dengan begitu, sebelum share ke media sosial, pastikan bahwa konten website WordPress kamu sangat layak untuk dibaca.

#7. Minta Google segera render website

Tips terakhir adalah meminta Google me-render halaman utama situs. Cara ini berbeda dengan permintaan indeks yang melibatkan peta situs. Google akan melihat tampilan website berdasarkan platform Desktop dan Seluler.

Jika hanya meng-capture halaman website, apa untungnya?

Meski tidak secara langsung mempercepat indeks, metode ini mutlak membantu algoritma Google mengenal apakah sebuah website memiliki tampilan yang “layak” untuk dilihat oleh pengunjung. Jadi, pastikan kamu menggunakan tema WordPress yang responsif, rapi, tidak berat, dan memiliki struktur navigasi yang jelas.

Setelah itu, masuk ke Google Webmaster → pilih situs → Perayapan Fetch as Google → klik Ambil dan Render pada platform Desktop dan Seluler. Tunggu beberapa saat lalu Minta Pengindeksan.

Momen pembuktian

Setelah mengikuti semua langkah-langkah di atas, saatnya memetik jerih payah dari usaha kamu.

Kunjungi Google, lalu masukan alamat website kamu di kolom pencarian dan lihat hasilnya. Jika website kamu muncul di urutan teratas, SELAMAT! Situs WordPress kamu resmi menjadi bagian dari keluarga mesin pencari Google.

cara agar wordpress terdeteksi google

Tapi, tunggu dulu…

Bagaimana jika hanya mencari nama website saja? Apakah juga akan muncul?

Jawaban dari pertanyaan di atas sangat bergantung dari nama website kamu sendiri.

Misalnya, kamu menggunakan nama yang tidak ada dalam kamus atau kosakata bahasa, besar kemungkinan hanya dengan mencari namanya saja, website akan langsung ketemu.

Twitter, Instagram, Mashable, dan Engadget merupakan nama brand website yang bukan merupakan kata dalam bahasa tertentu. Dengan begitu, mesin pencari praktis langsung menempatkannya di laman teratas karena memang hanya situs itu yang sesuai.

Lain halnya jika kamu menggunakan kata tertentu pada alamat website. Biasanya tidak akan langsung terdeteksi Google dan bahkan perlu bersaing dengan website lain yang juga menggunakan kata yang sama.

cara agar wordpress terdeteksi google

Contohnya situs yang sedang kamu kunjungi saat ini adalah Petunjuk.ID, jika kamu mencari kata “petunjuk” di Google, maka yang muncul ada fitur pencarian peta, mengacu pada definisi yang artinya meminta arah atau panduan. Selain itu, ada pula website kamus yang menampilkan definisi kata “petunjuk”.

Dalam kasus ini, diperlukan waktu yang lama dan usaha besar untuk bisa mengalahkan kompetitor yang sudah ada terlebih dahulu.

Terlepas dari itu, kamu sudah berhasil menginjakkan kaki di hasil pencarian Google. Memang masih jauh untuk membuat semua konten di website-mu terindeks, namun perjalanan ribuan mil dimulai daru satu langkah kecil, bukan?